Ambisi Maximo Quiles di Moto3: Terlalu Bersemangat untuk Menang?
Musim 2025 menjadi sorotan bagi tim Aspar di kelas Moto3 dan Moto2, terutama dengan kehadiran Maximo Quiles. Meski berstatus pendatang baru, pembalap muda asal Murcia, Spanyol ini langsung menunjukkan bakatnya yang menjanjikan, bahkan menempati peringkat 3 klasemen akhir dengan 274 poin.
Debut Sensasional Maximo Quiles
Maximo Quiles, yang juga merupakan murid pertama dari Marc Marquez di Vertical Management, baru bisa memulai debutnya pada seri ketiga di GP Amerika Serikat karena batasan usia. Namun, penampilannya langsung mencuri perhatian.
Komentar Jorge Martinez tentang Quiles
Pemilik tim Aspar, Jorge Martinez, mengakui bahwa Quiles telah mengejutkannya sejak balapan pertamanya.
“Dalam kasus Maximo, jujur saja saya akui bahwa dia mengejutkan saya sejak balapan pertamanya di Amerika Serikat. Itu luar biasa. Di sirkuit yang menantang seperti Austin, dia mampu finis ke-2 pada hari Jumat dan ke-2 lagi pada hari Sabtu. Sebelum balapan baik Marc Marquez, tim Vertical, dan juga kami mengatakan 25 kali kepadanya, ‘ini balapan pertamamu, selesaikan, selesaikan dengan baik,” kata Martinez.
Martinez menambahkan bahwa Quiles menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa di berbagai kondisi balap.
“Bagi saya, dia tampil luar biasa. Dia finis ke-5 pada balapan pertamanya, dan menjalani musim yang luar biasa. Dia menunjukkan bakatnya yang luar biasa dan eksplosif, kemampuan untuk cepat beradaptasi dengan sirkuit apa pun. Dia cepat saat wet race, tapi dia juga cepat dry race. Dan menurutku yang perlu kita lakukan sekarang adalah terus membimbingnya, karena dia adalah seorang pemenang sejati. Bahkan terkadang dia terlalu berambisi menjadi pemenang, dan di situlah dia harus tetap rendah hati,” imbuh Aspar.
'Magic' Tim Aspar dalam Mencetak Juara
Tim Aspar dikenal memiliki 'magic' dalam mengembangkan pembalap muda menjadi juara dunia. Martinez menjelaskan bagaimana ia membangun 'Aspar Universe' sebagai tolok ukur di dunia balap.
Martinez mengungkapkan kepuasannya atas pencapaian timnya dalam menciptakan proyek global.
“Yang benar-benar membuat saya sangat puas dan bahagia adalah apa yang berhasil kami capai. Impian saya adalah menciptakan proyek global. Saya memulai ide ini hampir 8 tahun yang lalu. Pada saat itu sangat sulit untuk membuat keputusan, ketika kami harus meninggalkan proyek MotoGP. Yang saya lakukan seperti terjun ke ‘kolam tanpa air’, dengan keyakinan akan proyek untuk masa depan,” ungkap Martinez.
Ekosistem Balap 'Aspar Universe'
Fasilitas dan Tim Balap yang Komprehensif
Saat ini, Aspar Universe memiliki sekolah pembalap, sekolah mekanik balap, sirkuit, enam tim balap, dan kerjasama dalam Mir Aspar Cup. Mereka juga membuka sekolah di Tiongkok bersama CFMoto.
“Dan kenyataannya saat ini kami punya sekolah pembalap sendiri, sekolah mekanik balap sendiri, sirkuit sendiri, 6 tim balap, dan sekarang kami juga bekerjasama untuk membentuk Mir Aspar Cup, kami sudah memiliki paket lengkap. Kami juga telah membuka sekolah di Tiongkok bersama CFMoto, dan itulah proyek yang sedang kami kerjakan sekarang. Saya rasa kami memiliki proyek yang beda dari yang lain, dengan rencana masa depan yang sangat kuat,” imbuh bos tim asal Spanyol itu.
Tim Solid di Balik Layar
Untuk mewujudkan proyek ambisius ini, Martinez membutuhkan tim yang kuat di setiap bidang, termasuk tokoh-tokoh penting dalam dunia balap motor Spanyol.
Aspar menjelaskan bahwa timnya terdiri dari lebih dari 100 orang, termasuk manajemen sekolah, sirkuit, seri Junior, Kejuaraan Dunia, dan tim hospitality.
Aspar menambahkan, “Jumlah total termasuk manajemen sekolah, sirkuit, seri Junior, Kejuaraan Dunia, tim hospitality, kami sudah lebih dari 100 orang. Kami sudah termasuk struktur yang sangat besar. Dan apa yang saya katakan ini adalah nyata bahwa kami menyebutnya ‘Aspar Universe’. Nico Terol dan Sergio Gadea bekerja dengan sangat baik dan kami sedang membangun struktur untuk memperkuat semua yang sedang kami lakukan.”
Fondasi Kuat untuk Masa Depan
Struktur Organisasi yang Jelas
Dengan tujuan dan departemen yang jelas, Aspar Universe membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan.
“Jelas, saya adalah pemiliknya dan Facundo merupakan general manajer saya. Kami punya 3 perusahaan berbeda, satu untuk sirkuit, satu lagi untuk sekolah, dan satu lagi untuk Kejuaraan Dunia. Dengan kata lain, kami punya 3 struktur berbeda, tetapi saya pikir kami berhasil membuat perbedaan dalam hal pengembangan pembalap, yang merupakan fokus utama saya,” jelas Martinez.
Fokus pada Pengembangan Pembalap
Pengembangan pembalap menjadi kunci utama bagi masa depan MotoGP dan merupakan target utama tim Aspar.
MotoGP di Masa Depan
Perubahan Regulasi dan Penekanan pada Pembalap
Martinez menjelaskan bahwa Dorna sangat fokus pada masa depan MotoGP, dengan rencana perubahan regulasi di Moto3 (2028) dan Moto2 (2030) untuk menciptakan kejuaraan yang lebih setara secara teknis.
“Seperti yang kita lihat, Dorna sangat fokus pada masa depan. Akan ada Moto3 baru di 2028, Moto2 baru di tahun 2030. Idenya adalah sebisa mungkin menciptakan kejuaraan yang setara secara teknis. Dengan kata lain motor, ban, dan bahan bakar yang sama persis. Dan itu artinya perbedaan akan semakin ditentukan oleh pembalap. Itulah sebabnya, kami sangat fokus pada peningkatan performa pembalap,” pungkas Jorge Martinez.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow