Kandungan Sulfur Pertamax dan Dampaknya pada Performa Mesin

Kandungan Sulfur Pertamax dan Dampaknya pada Performa Mesin

Smallest Font
Largest Font

Memilih bahan bakar yang tepat untuk kendaraan bukan hanya soal angka oktan semata, melainkan juga tentang memahami komposisi kimia di dalamnya. Salah satu aspek yang sering luput dari perhatian konsumen namun memiliki dampak besar adalah kandungan sulfur pertamax. Sulfur atau belerang merupakan komponen alami yang terdapat dalam minyak bumi, namun dalam produk akhir bahan bakar, kadarnya harus ditekan seminimal mungkin untuk memastikan performa mesin tetap optimal dan emisi gas buang tetap berada di ambang batas aman bagi lingkungan.

Pertamax, sebagai bahan bakar unggulan dari Pertamina dengan angka oktan (RON) 92, dirancang untuk memenuhi kebutuhan mesin kendaraan modern yang memiliki rasio kompresi tinggi. Di balik kemampuannya dalam mencegah knocking atau mesin mengelitik, aspek kebersihan yang ditawarkan melalui kontrol ketat terhadap kadar sulfur menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan. Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam mengapa kadar sulfur menjadi parameter krusial dalam bahan bakar dan bagaimana spesifikasi Pertamax memberikan perlindungan lebih bagi kendaraan Anda.

Proses distilasi di kilang minyak untuk mengurangi kadar sulfur
Proses pengolahan di kilang modern memungkinkan penurunan kandungan sulfur pertamax secara signifikan untuk memenuhi standar global.

Mengenal Peran Sulfur dalam Bahan Bakar Minyak

Secara teknis, sulfur adalah kontaminan alami yang ada dalam minyak mentah (crude oil). Selama proses pemurnian di kilang (refinery), sulfur dihilangkan melalui proses yang disebut hydrodesulfurization. Mengapa sulfur harus dihilangkan? Karena ketika sulfur terbakar di dalam ruang bakar mesin, ia bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida (SO2). Zat ini bukan hanya berbahaya bagi kesehatan manusia jika terhirup, tetapi juga menjadi musuh utama bagi komponen logam di dalam mesin.

Mengapa Kadar Sulfur Harus Dibatasi?

Pembatasan kandungan sulfur pertamax bertujuan untuk mencegah terjadinya korosi asam. Ketika mesin mendingin, uap air dapat bereaksi dengan residu pembakaran sulfur membentuk asam sulfat yang sangat korosif. Asam ini dapat menyerang dinding silinder, cincin piston, dan bantalan mesin. Selain itu, sulfur yang tinggi dapat meracuni catalytic converter, sebuah perangkat pada sistem knalpot yang berfungsi mengurangi emisi beracun. Jika alat ini tersumbat atau rusak akibat tumpukan sulfur, emisi kendaraan akan meningkat drastis dan biaya perbaikannya sangat mahal.

Dalam konteks kendaraan modern dengan sistem injeksi bahan bakar yang presisi, residu sulfur juga dapat menyebabkan terbentuknya deposit pada nosel injektor. Deposit ini mengganggu pola semprotan bahan bakar, yang pada akhirnya mengakibatkan pembakaran tidak sempurna, penurunan tenaga, dan konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Oleh karena itu, menjaga kadar sulfur tetap rendah adalah kunci utama dalam menjaga efisiensi termal mesin dalam jangka panjang.

Standar Kandungan Sulfur Pertamax di Indonesia

Di Indonesia, regulasi mengenai spesifikasi bahan bakar diatur oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Seiring dengan komitmen pemerintah untuk menekan emisi karbon, standar kualitas bahan bakar terus ditingkatkan menuju standar yang lebih ketat, yakni Euro 4. Standar ini mensyaratkan bahan bakar memiliki kadar sulfur maksimal sebesar 50 part per million (ppm).

Kandungan sulfur pertamax saat ini telah didesain untuk memenuhi ekspektasi mesin-mesin terbaru yang dipasarkan di Indonesia. Sebagian besar produk Pertamax yang didistribusikan di wilayah perkotaan besar sudah diarahkan untuk mendukung teknologi mesin ramah lingkungan. Dengan kadar sulfur yang jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar bersubsidi, Pertamax memberikan jaminan bahwa proses pembakaran berlangsung lebih bersih tanpa meninggalkan kerak karbon yang berlebihan.

Mesin mobil modern yang memerlukan bahan bakar rendah sulfur
Kendaraan dengan standar Euro 4 memerlukan kandungan sulfur pertamax yang rendah agar sensor oksigen dan katalisator bekerja sempurna.

Implementasi Standar Euro 4 pada Produk Pertamina

Transisi menuju Euro 4 bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. Mesin yang dirancang untuk standar Euro 4 memiliki toleransi yang sangat rendah terhadap kotoran. Penggunaan bahan bakar dengan sulfur tinggi pada mesin Euro 4 akan memicu lampu indikator check engine menyala karena sensor oksigen mendeteksi ketidaknormalan pada gas buang. Pertamax hadir sebagai solusi bagi pemilik kendaraan yang menginginkan keseimbangan antara harga dan kualitas, di mana perlindungan terhadap komponen emisi menjadi prioritas utama.

"Kualitas bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh angka oktan, tetapi juga oleh seberapa bersih proses pembakarannya. Rendahnya kadar sulfur adalah indikator utama bahan bakar berkualitas tinggi."

Perbandingan Spesifikasi Pertamax dengan Jenis BBM Lainnya

Untuk memahami posisi Pertamax dalam jajaran produk bahan bakar, kita perlu melihat data perbandingan teknisnya. Perbedaan kadar sulfur antar jenis BBM sangat menentukan klasifikasi apakah bahan bakar tersebut masuk kategori ramah lingkungan atau tidak. Berikut adalah tabel estimasi perbandingan spesifikasi bahan bakar yang umum ditemukan di Indonesia:

Jenis Bahan Bakar Angka Oktan (RON) Kadar Sulfur Maksimum (ppm) Standar Emisi
Pertalite 90 500 Euro 2
Pertamax 92 50-150* Euro 4 Ready
Pertamax Turbo 98 50 Euro 4

*Catatan: Kadar sulfur dapat bervariasi tergantung pada kebijakan regional dan pemutakhiran kilang Pertamina di masing-masing wilayah, namun tetap berada di bawah ambang batas maksimal regulasi nasional untuk RON 92.

Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa kandungan sulfur pertamax memiliki gap yang signifikan jika dibandingkan dengan Pertalite. Hal ini menjelaskan mengapa kendaraan yang rutin menggunakan Pertamax cenderung memiliki oli mesin yang lebih bersih dan masa pakai busi yang lebih lama. Sulfur yang rendah berarti oksidasi oli akibat kontaminasi gas sisa pembakaran (blow-by gas) menjadi lebih lambat, sehingga viskositas oli tetap terjaga dengan baik.

Perbandingan piston mesin yang menggunakan bahan bakar kualitas rendah dan tinggi
Perbandingan antara piston yang menggunakan bahan bakar rendah sulfur (kiri) dan sulfur tinggi (kanan) setelah penggunaan jangka panjang.

Keuntungan Menggunakan BBM dengan Kadar Sulfur Rendah

Investasi pada bahan bakar berkualitas seperti Pertamax memberikan dampak positif yang bersifat jangka panjang. Berikut adalah beberapa keuntungan utama yang dirasakan oleh pemilik kendaraan:

  • Kebersihan Ruang Bakar: Minimnya sulfur berarti pembentukan kerak karbon pada crown piston dan katup (valve) berkurang drastis, menjaga kompresi mesin tetap stabil.
  • Efisiensi Sistem Knalpot: Memperpanjang usia pakai catalytic converter dan sensor O2, yang merupakan komponen vital dalam sistem manajemen mesin modern.
  • Interval Penggantian Oli Lebih Stabil: Karena tingkat keasaman (Total Acid Number) dalam oli tidak cepat naik, perlindungan pelumas terhadap komponen mesin tetap maksimal.
  • Emisi Gas Buang Lebih Rendah: Mengurangi polutan sulfur dioksida dan partikulat yang dibuang ke udara, berkontribusi langsung pada kualitas udara yang lebih baik.

Selain keuntungan mekanis, penggunaan bahan bakar rendah sulfur juga mendukung klaim garansi dari pabrikan kendaraan. Saat ini, hampir semua pabrikan mobil di Indonesia mensyaratkan penggunaan bahan bakar minimal RON 92 dengan spesifikasi sulfur tertentu agar garansi mesin tetap berlaku. Mengabaikan hal ini bisa menjadi risiko finansial yang besar di kemudian hari.

Masa Depan Bahan Bakar Rendah Emisi di Tanah Air

Langkah Pertamina dalam menurunkan kandungan sulfur pertamax merupakan bagian dari peta jalan besar menuju ketahanan energi yang berkelanjutan. Di masa depan, standar Euro 5 atau bahkan Euro 6 kemungkinan besar akan diadopsi secara bertahap di Indonesia. Ini berarti proses pemurnian bahan bakar akan menjadi semakin canggih, menghasilkan produk yang hampir bebas sulfur. Bagi konsumen, hal ini adalah kabar baik karena mesin kendaraan akan menjadi jauh lebih awet dan efisien.

Sebagai rekomendasi akhir, bagi Anda yang memiliki kendaraan keluaran tahun 2018 ke atas, sangat disarankan untuk tetap konsisten menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi yang sesuai atau di atas rekomendasi pabrikan. Pertamax bukan sekadar pilihan untuk mendapatkan tenaga, tetapi merupakan bentuk perawatan preventif terhadap sistem pembakaran dan pembuangan kendaraan Anda. Dengan memahami betapa pentingnya menjaga kandungan sulfur pertamax tetap rendah, kita tidak hanya menjaga aset pribadi, tetapi juga ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih bagi generasi mendatang.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow